Tampilkan postingan dengan label kristen. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kristen. Tampilkan semua postingan

13 April 2008

Tiga Keputusan Terbesar dalam Hidup Manusia

Sebagian besar dari Bahan Diskusi KAMBIUM (Komunitas Pertumbuhan Rohani
untuk Menjadi Murid Kristus) - Yayasan Gloria

Apa tiga keputusan terbesar dalam hidup seseorang? Ketiganya berkaitan
erat dengan waktu yang kita miliki dalam hidup ini.

3. Keputusan penting yang ketiga adalah "pekerjaan"
Manusia diciptakan untuk (bekerja) memelihara bumi. Berkarya adalah
natur alami yang memang ada dalam diri manusia. Jadi bekerja adalah
keharusan. Bahkan Paulus dengan tegas menegur orang-orang yang tidak
bekerja - tidak berhak makan.

2 Tesalonika 3:10
Sebab, juga waktu kami berada di antara kamu, kami memberi
peringatan ini kepada kamu: jika seorang tidak mau bekerja,
janganlah ia makan.

Mengapa bekerja adalah sebuah keputusan yang vital dalam hidup kita.
Kembali ke panjang hidup kita. Pemazmur mengatakan bahwa panjang hidup
manusia adalah 70 tahun dan jika kuat 80 tahun. Sungguh ajaib bahwa
kebenaran dua ribu tahun lebih itu masih relevan hingga sekarang
meskipun kemajuan dunia kedokteran begitu pesatnya. Katakanlah kita
mulai masuk dalam angkatan kerja setelah menyelesaikan pendidikan ...
taruhlah usia 20 tahun (kondisi masing-masing orang akan berbeda-beda)
maka akan ada 50 tahun untuk berkarya.

Mari kita lihat penggunaan waktu kita dalam sehari (24 jam)
Tidur : 8 jam
Bekerja : 8 jam
Perjalanan kerja : 2 jam
Makan-minum, mandi : 2 jam
Nonton TV, baca koran/majalah/buku, dsb : 2 jam
Bercengkerama dengan anggota keluarga dan pasangan : 2 jam

Bisa disimpulkan bahwa 1/3 waktu kita habiskan di tempat tidur dan 1/3
yang lain di tempat kerja. Kita tidak mempunyai banyak waktu untuk orang
yang kita kasihi. Jadi jika bekerja memakan 1/3 dari waktu yang kita
miliki, maka keputusan tentang pekerjaan juga termasuk vital. Sehingga
menikmati pekerjaan adalah sesuatu yang layak untuk dipikirkan dalam-dalam.

Setiap orang diciptakan unik dengan minat, bakat, dan kemampuan
masing-masing. Tentu ada tujuan tertentu yang ingin dicapai oleh
Pencipta kita dengan kondisi-kondisi tersebut. Pertanyaannya adalah
sudahkan kita menjalani pekerjaan yang memang ditujukan oleh Sang
Pencipta bagi kita.


2. Keputusan tentang "dengan siapa kita akan menghabiskan waktu selama hidup kita"
Keputusan tentang pasangan hidup. Alkitab menyatakan dengan gamblang
tentang ikatan suami istri yang sepanjang hayat itu.
Matius 19:6 - secara personal adalah ayat yang saya hafalkan berkaitan
dengan pekerjaan saya mencetak undangan pernikahan :D ...

"Demikianlah mereka bukan lagi dua melainkan satu. Karena itu apa
yang telah dipersatukan oleh Allah tidak boleh dipisahkan oleh
manusia."

Bayangkan kita menikah dengan orang yang tidak tepat ...
Bagaimana kira-kira keadaan kita sewaktu bangun pagi?
"Oh ... tidak .. lagi-lagi ketemu dia ... "
Sungguh menyebalkan bukan?
Dan bayangkan hal itu terjadi sepanjang hidup kita sampai salah satunya
menghadap kekekalan.

Sebaliknya, jika kita menikah dengan orang yang tepat kita akan selalu
bersyukur karena ada dia di samping kita.

Bibit, bobot, bebet ... relevankah untuk jaman (paska) modern seperti
saat ini?
Menurut pendapat saya pribadi, sangat relevan. Dalam ilustrasi di buku
"Business by The Book" karangan Larrry Burkett, menjalin persekutuan
bisnis / kongsi (dan juga menikah) ibaratnya seperti menyatukan dua ekor
kerbau dalam satu kuk bajak untuk bekerja bersama-sama. Jika salah satu
ekor kerbau tersebut ukurannya jauh lebih besar dibanding kerbau yang
lain kira-kira bagaimana jalannya bajak tersebut? Tentunya yang kerbau
besar tadi akan merasa berusaha paling keras sedangkan kerbau kecil
hanya menambah beban saja. Di satu sisi, kerbau kecil akan merasa
dipaksa untuk mengimbangi kekuatan si kerbau besar. Dia akan
terseret-seret sambil tercekik lehernya karena kekuatannya tidak
berimbang. Dan kuk bajak yang terpasang itupun alih-alih menjadi sesuatu
yang menyatukan kedua kekuatan tersebut, malahan menjadi benda yang
menimbulkan luka-luka gesek pada kedua kerbau yang menariknya.

Ada anekdot menarik tentang waktu

Jika ingin mengerti apa artinya satu detik ...
tanyakan pada pembalap yang finis di urutan nomor dua.

Jika ingin mengerti apa artinya satu menit ...
tanyakan pada orang yang terlambat naik kereta

Jika ingin mengerti apa artinya satu jam ...
tanyakan pada kekasih yang menunggu jemputan

Jika ingin mengerti apa artinya satu hari ...
tanyakan pada ibu yang segera melahirkan anaknya

Jika ingin mengerti apa artinya satu bulan
tanyakan pada orang yang salah potong rambut

Jika ingin mengerti apa artinya satu tahun
tanyakan pada orang yang tidak naik kelas

Jika ingin mengerti apa artinya seumur hidup
tanyakan pada orang yang salah memilih pasangan

Artikel menarik lainnya tentang Cinta dan Cocok oleh Pdt. Paul Gunadi (Konselor Pernikahan dan Keluarga) bisa dibaca di blog rekan saya Dede Wijaya.

1. Keputusan tentang "dengan siapa kita akan menghabiskan waktu dalam kekekalan".
Ini menyangkut pilihan kita tentang Tuhan yang kita sembah. Jika kita
meyakini ada kehidupan setelah kematian, maka ini bukanlah suatu pilihan
yang main-main. Sungguh akibatnya adalah kekal. Katakanlah kekekalan
adalah panjang alam semesta raya ... bumi sekalian alam,
bermilyar-milyar galaksi yang pernah ditemukan manusia dan yang belum
ditemukan ... maka kehidupan kita saat ini ibaratnya setitik debu
dibandingkan panjangnya kekekalan yang akan kita jalani. Pilihan tentang
"siapa yang kita percaya" harus ditentukan dalam satu titik debu tadi
yakni sepanjang masa hidup fana kita di dalam dunia.

Sudahkah Anda mempersiapkan kekekalan?
Kira-kira apa alasan Allah membiarkan Anda masuk dalam kekekalan
surgawi bersama-sama dengan Sang Pencipta?
Semua usaha pembenaran manusia di hadapan Allah hanya mampu memberikan
jembatan pendek yang tidak mungkin menghubungkan manusia dengan
Kekudusan Allah dalam segala kesempurnaanNya. Maka, hanya Allah
sendirilah yang mampu dengan segala kemahakuasaanNya membuat jembatan
penghubung itu.

Dan jawaban Allah atas keselamatan manusia adalah melalui penebusan
Kristus Yesus. Manusia yang salah harus ditebus dengan manusia. Hewan
sebagai penebusan bagi manusia yang bersalah tentunya sangat tidak
imbang - tidak adil. Dan penebusan mewakili seluruh umat manusia yang
pernah hidup di sepanjang masa dan peradaban - dulu, kini, dan nanti -
hanya bisa dilakukan oleh Sosok yang Maha Kuasa ... yang tidak terbatas
dalam Waktu ... Dua syarat itu ada dalam diri Kristus.

31 Maret 2008

Freewill And God's Will

sebagian terinspirasi dari renungan yang disampaikan Ev. Silvia Wiguno

Kehendak bebas sudah diberikan kepada Adam (dan kemudian juga) Hawa
sebagai pasangan manusia pertama yang diciptakan Allah. Apa buktinya?
Hal ini jelas terlihat saat Hawa memutuskan untuk makan buah pengetahuan
yang baik dan yang buruk. Allah pada dasarnya hanya memberikan rambu
larangan memakan buah itu tetapi Hawa dan kemudian Adam memilih untuk
memakannya. Tuhan tidak menciptakan robot. Ia menciptakan manusia secara
utuh dengan segala pilihannya. Bahkan pilihan untuk berbuat dosa sekalipun.

Mengapa Allah memberikan kehendak bebas jikalau Ia tahu bahwa manusia
akan menyalahgunakannya? Pertanyaan klasik ini muncul seiring dengan
pembahasan tentang freewill. Bayangkan jika Anda memiliki seorang
kekasih. Kebetulan Anda diberi kesempatan dan kekuatan mengatur
kehidupannya secara detil dan setiap aturan Anda akan dijalankan persis.
Anda mengatur kekasih Anda tersebut untuk selalu mengasihi Anda setiap
saat. Bagaimana kira-kira cinta yang seperti itu? Apakah ini cinta
sejati? Tentu bukan. Ketika kita diberi kesempatan bebas dan kita
memilih untuk mencintai kekasih kita dan mengabaikan yang lain bukankah
cinta seperti ini yang kita inginkan? Tanpa kemerdekaan pilihan, tidak
ada kasih.

Ketika Adam dan Hawa memakan buah pengetahuan yang baik dan yang jahat
itu, mereka meragukan kebaikan Allah. Konsekuensi kejatuhan manusia
dalam dosa adalah ::
1. Tahu bahwa mereka menjadi berdosa.
2. Hubungan vertikal (dengan Allah) dan horisontal (dengan sesama
manusia dan ciptaan Allah lainnya) menjadi rusak berantakan. Terpisah
dari Allah, Adam melempar kesalahan pada Hawa dan Hawa melempar
kesalahan pada ular (dan mungkin sembari bertanya mengapa Allah
mengijinkan ular itu masuk ke Eden).
3. Alam menjadi tidak bersahabat (termasuk dalam rusaknya hubungan
seperti yang tertulis di atas).

Sejak manusia di dalam dosa, maka freewill nya akan cenderung membawa ke
arah dosa yang berarti juga menjauhkannya dari Allah. Kedagingan memang
lemah seperti kata Paulus. Ada seseorang yang membuat joke seperti ini
... Roh memang penurut, tetapi daging enak ... :D

Sebelum kita menyerahkan diri kita kepada Tuhan maka adalah sesuatu yang
mustahil bagi kita untuk menyerahkan freewill kita kepada Tuhan. Sebelum
menyerahkan diri kepada Tuhan, kita perlu tahu seberapa besar sebenarnya
kasih Allah kepada kita.

Memiliki konfiksi tentang betapa panjang dan lebarnya, tinggi dan
dalamnya Kasih Allah, kita baru bisa memulai pola pikir bagaimana
memberikan hidup kita bagi Dia.

Persembahkanlah tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan
yang berkenan di hadapanNya. Itu adalah ibadahmu yang sejati.

Kasihilah Tuhan Allahmu dengan segenap hatimu, dengan segenap pikiranmu,
dan dengan segenap akal budimu. (termasuk segenap freewill kita)

Sudahkah kita mengasihi Allah dengan pilihan bebas kita? Bagaimana bila
pertanyaan di atas kita terapkan dalam pilihan-pilihan besar dalam hidup
kita. Pekerjaan, pasangan hidup, dan bahkan ya ... agama ... (juga untuk
setiap keputusan kecil)

Kalau Allah sudah sedemikian mengasihi kita, apakah kita mengasihi Allah
dengan pilihan pasangan hidup kita?
Sudahkah kita mengasihi Allah dengan pilihan pekerjaan kita?
Atau mungkin cinta Tuhan bertepuk sebelah tangan?

Berikut kutipan dari salah satu buku favorit saya The Jesus I Never Knew
- Philip Yancey. Saya tidak sengaja menemukan bagian yang saya tandai
warna ketika membuka-buka kembali halaman buku itu.
"... Saya merasakan dalam kekejangan kenyerian emosional itu (catatan:
ketika Yesus memandang Yerusalem dan menangisinya), sesuatu yang mirip
sekali dengan perasaan orangtua ketika anaknya mengambil jalan yang
salah, mencari kebebasan, menolak segala sesuatu yang diajarkan pada
masa kecilnya. Atau rasa sakit pria dan wanita yang baru saja mengetahui
pasangannya pergi -rasa sakit kekasih yang ditinggalkan. Itu adalah rasa
sakit yang meremukkan, rasa tidak berdaya karena merasa sia-sia, dan
saya tersentak menyadari bahwa Putra Allah sendiri mengeluarkan tangisan
putus asa di hadapan KEBEBASAN MANUSIA. Bahkan Allah, DENGAN SEGALA
KEMAHAKUASAAN-NYA, tidak dapat memaksa manusia untuk mengasihi."

Matius
Maka carilah dulu kerajaan Allah maka semuanya akan ditambahkan kepadamu
... (ingat semuanya di sini mengacu kepada kebaikan2 dengan standar
Illahi... Bukan kebaikan standar dunia)

Menulis artikel ini bukan berarti saya telah melakukannya. Jujur bagi
saya ini masih sebuah teori, terhenti sebatas pemikiran saja dan saya
masih terus berjuang menjalaninya.

25 Maret 2008

Peristiwa Terbesar dalam Sejarah Manusia

diambil dari renungan firman "Kasih Yang Melampaui Segala Akal"
Minggu, 23 Maret 2008
oleh Ev. Johan Setiawan

dengan beberapa catatan pribadi

Efesus 3:16-21
16 Aku berdoa supaya Ia, menurut kekayaan kemuliaan-Nya, menguatkan dan meneguhkan kamu oleh Roh-Nya di dalam batinmu,
17 sehingga oleh imanmu Kristus diam di dalam hatimu dan kamu berakar serta berdasar di dalam kasih.
18 Aku berdoa, supaya kamu bersama-sama dengan segala orang kudus dapat memahami, betapa lebarnya dan panjangnya dan tingginya dan dalamnya kasih Kristus,
19 dan dapat mengenal kasih itu, sekalipun ia melampaui segala pengetahuan. Aku berdoa, supaya kamu dipenuhi di dalam seluruh kepenuhan Allah.
20 Bagi Dialah, yang dapat melakukan jauh lebih banyak dari pada yang kita doakan atau pikirkan, seperti yang ternyata dari kuasa yang bekerja di dalam kita,
21 bagi Dialah kemuliaan di dalam jemaat dan di dalam Kristus Yesus turun-temurun sampai selama-lamanya. Amin.

Dalam ay. 17, Paulus berdoa semoga jemaat Efesus mengenal betapa lebarnya dan panjangnya dan tingginya dan dalamnya kasih Kristus. Mengapa ditekankan Paulus di sini... karena
Paulus telah menyadari bahwa kita TIDAK BISA SAMBIL LALU saja memikirkan tentang kasih Tuhan di atas salib.
Kasih Kristus melampaui segala akal.

Paskah adalah demonstrasi kasih Yesus. Paskah adalah peristiwa paling besar dalam sejarah dunia. Luar biasa... Namun, sebelum kita mengetahui seberapa "Maha" kah Allah itu, sulit mungkin bagi kita menjawab pertanyaan di atas.

Di Mana Kebesaran Paskah
Pada tanggal 20 Juli 1969, manusia untuk pertama kalinya mendarat di bulan. Hal ini sampai saat ini masih menjadi kontroversi di kalangan peneliti. Latar belakang pendaratan manusia di bulan ini adalah perang dingin yang terjadi antara dua kekuatan super power dunia saat itu yaitu Uni Soviet (sekarang terpecah-pecah menjadi beberapa negara lebih kecil, salah satunya Rusia) dan Amerika. Mereka saling berlomba dalam segala hal mulai dari olahraga (meraih sebanyak mungkin emas di Olimpiade) sampai ilmu pengetahuan termasuk ilmu keroketan ini. Rusia terlebih dahulu mengirimkan astronotnya ke luar angkasa untuk mengitari orbit bumi. (lebih lengkapnya silakan baca Apollo 11 dan Apollo Moon Landing Hoax Theories)

Terlepas dari kontroversi di atas, Nixon - Presiden Amerika saat itu - mengatakan bahwa ini adalah hari terbesar sejak penciptaan.

Bill Graham dengan serius mengingatkan Nixon itu bukan peristiwa terbesar dalam sejarah, masih ada Natal dan Paskah.

Lalu apa istimewanya "salib" itu? Yesus bukan orang pertama yang disalib. Sebelum dan sesudah Yesus ada banyak orang yang disalib. Yang membuat Jumat Agung menjadi sesuatu yang istimewanya adalah orang yang tergantung di salib itu ALLAH SEMESTA ALAM.

Apa makna semesta alam. Mari kita bayangkan seberapa besarkah bumi itu? Mari kita perbandingkan bumi dengan planet lain. Bandingkan dengan matahari. Di antariksa raya terdapat, 125 milyar galaksi yang terlihat ... Bumi kita merupakan ukuran mikroskopik dari alam semesta - semesta alam-

Mari kita bersama saksikan gambar berikut (sumber dari YTMND)




God is in the Details
catatan tambahan penulis
Pernyataan bahwa "Tuhan berada dalam setiap detil" dinyatakan oleh beberapa orang di antaranya Michaelangelo, Gustav Flaubert dan arsitek Mies van der Rohe. Dalam pandangan saya, sungguh Allah adalah sosok yang maha detil, maha teliti, dan maha jenius. Ketika saya mencoba memotret kehidupan semut dan serangga kecil lainnya dengan lensa yang dibalik (inverted lens macro method) sungguh saya takjub melihat betapa detilnya Tuhan menciptakan kehidupan, struktur-struktur sel yang menopang kehidupan, keseimbangan ekosistem, bagaimana Tuhan membuat otak manusia sehingga peradaban manusia berkembang sedemikian jauh. Tuhan telah merancangkannya dengan luarbiasa baik dan sempurnanya. Allah yang makro sekaligus mikro.


Foto yang lain bisa dilihat di sini


Pertanyaannya adalah

Seberapa "MAHA"kah Tuhan dalam bayangan kita? Jangan-jangan Ia terlalu kecil di pikiran kita.

Terkungkung dalam volume sel di batok kepala kita yang sempit (namun berusaha menguasai dunia). Ia adalah Allah yang mengukur langit dengan jengkalNya.

Mengetahui kebenaran itu sudah selayaknyalah Allah mendapatkan segala sujud hormat dari manusia.
Seperti yang dikatakan pemazmur Daud,
"Langit menceritakan kemuliaan Tuhan
... Siapakah manusia sehingga Ia mengingatnya?"
Siapakah saudara dan saya sehingga Ia rela mati menebus dosa manusia. KematianNya bukan berarti bahwa kita penting tetapi ini adalah bukti Allah mengasihi kita dengan luar biasa.

Apakah Tuhan Mengasihiku?
Filipi 2:6-8
6 yang walaupun dalam rupa Allah, tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan,
7 melainkan telah mengosongkan diri-Nya sendiri, dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia.
8 Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib.

Mengapa Kristus harus menjalani penderitaan dan kematian?
Apakah Ia sekedar menyatakan bahwa Ia mengasihi kita? Mati konyol ... jika Ia hanya bertujuan menunjukkan kasihnya. Tidak ada bedanya dengan seseorang yang menyatakan cinta mati kepada kekasihnya lalu untuk membuktikannya ia rela terjun bebas dari lantai 23.

Mengapa Yesus rela mati? Karena Tuhan Kudus dan Adil, maka setiap dosa akan mendapat upahnya. Di sisi yang lain, Tuhan juga Kasih sehingga Ia berinisiatif mengampuni orang berdosa.
Ketika kita melihat penderitaan Kristus mari kita lihat Allah yang serius menolak dosa.
Dosa mengakibatkan penghukuman kekal.

Dosa seorang manusia hanya dapat ditebus oleh manusia juga. Korban-korban lain seperti kambing, sapi (bahkan uang/emas) tidak setara dengan manusia. Manusia harus digantikan manusia. Yesus adalah 100% manusia. Bagaimana 1 orang Manusia ini dapat menjadi penebusan bagi seluruh umat manusia yang pernah hidup pada masa lampau hingga masa yang akan datang. Yesus juga 100% Allah. Dengan dua premis ini maka kematiannya di atas salib mampu menanggung dosa seluruh umat manusia.

Apakah Tuhan mengasihi kita? ... pasti. Lihatlah salib ... ingat bahwa itu buktinya


Kasih Tuhan dan Ukuran Dunia
1 Yoh 4:9
9 Dalam hal inilah kasih Allah dinyatakan di tengah-tengah kita, yaitu bahwa Allah telah mengutus Anak-Nya yang tunggal ke dalam dunia, supaya kita hidup oleh-Nya.
Roma 5:8
8 Akan tetapi Allah menunjukkan kasih-Nya kepada kita, oleh karena Kristus telah mati untuk kita, ketika kita masih berdosa.

Penebusan Kristus adalah bukti yang nyata bahwa Allah mengasihi kita.
Tidak pernah dikatakan dalam Alkitab bahwa kasih Allah dinyatakan dalam kekayaan, kesembuhan dan kesuksesan orang-orang yang mengikut Dia.

Jika kita menanyakan apakah Allah mengasihi kita dengan tolok ukur kekayaan, kesembuhan, kesuksesan maka pertanyaan itu menjadi salah alamat karena kita berpangkal dari ukuran2 dunia.

Beberapa orang malahan membalik premis ini menjadi: "Jika Tuhan tidak mengasihi saya (dengan memberikan harta, kesenangan) maka saya tidak mengasihi Tuhan."

Kesalahan Pertama
Kita tidak pernah layak untuk dikasihi oleh Allah. Kita lupa bahwa kita adalah pendosa yang memberontak. Coba baca lagi tentang kisah anak yang hilang ... Ia menuntut harta warisan ayahnya (ketika ayahnya masih hidup -penghinaan besar bukan?) kemudian menghambur-hamburkannya sampai jatuh miskin dan saking miskinnya mau makan makanan ternak babi. Kemudian ia sadar dan ingin kembali ke rumah ayahnya karena di sana para budaknya pun makan dan hidup dengan layak. Anak itu bahkan mau menjadi budak ayahnya sekiranya ayahnya menolak menerimanya kembali sebagai anak.

Kita sebagai anak yang hilang itu, yang tidak layak diterima kembali sebagai anak ... masihkah kita berani menuntut sesuatu kepada Bapa kita. Allah semesta alam itu?

Kesalahan Kedua
Kita mencari bukti kasih Allah melalui kekayaan, kesembuhan dan kesuksesan. Walaupun Tuhan seringkali berbaik hati memberikannya kepada kita. Kita sering memandang Tuhan dengan teleskop terbalik. Memandang bahwa diri kita lebih besar dan lbih penting daripada Allah. Kita menganggap Allah enteng sehingga kita sembrono dan tidak sungguh2.

CT Studd - pendiri WEC mulanya adalah pengusaha kaya lalu menyerahkan diri kepada Kristus.
Dalam pertobatannya ia mengungkapkan satu kalimat

Jika Yesus benar-benar Allah dan Dia mati bagiku, maka tidak ada pengorbanan yang terlalu besar untuk kulakukan bagi Dia.
Mari berhenti untuk berhitung dengan Tuhan. Persembahkan hidup kita
dengan segenap hati, jiwa, dan segenap akal budi. Semuanya itu sangat layak diterima oleh Allah Pencipta Alam yang telah mati bagi kita.

19 Februari 2008

Greatest Gift

Khotbah Persekutuan Pemuda
GKKK Yogya - Sabtu, 29 Des 2007
oleh Ev. Welly Chan
(dengan sedikit catatan tambahan pribadi)

Sebagai orang Kristen kita tentunya tahu bahwa kita adalah orang-orang yang menerima anugerah keselamatan yang sejati dari Kristus - inilah yang disebut Greatest Gift. Menerima Greatest Gift seharusnya mengubah cara hidup kita. Namun anehnya banyak orang yang mengaku telah menerima Greatest Gift itu tetapi tidak ada perubahan dalam hidupnya.

Janji yang Menyertai
Menerima greatest gift itu berarti kita juga menerima janji penyertaan Tuhan.

Matius 28:18-20
18 Yesus mendekati mereka dan berkata: "Kepada-Ku telah diberikan segala kuasa di sorga dan di bumi.
19 Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus,
20 dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman."

Selain itu kita juga dijanjikan menerima berkat rohani di surga. Ingat di surga, dan ini bukan berkat jasmani di dunia. Perlu ditegaskan lagi karena "berkat" sudah diasosiasikan sebagai menerima segala sesuatu yang nikmat di dunia.

Efesus 1:3
3 Terpujilah Allah dan Bapa Tuhan kita Yesus Kristus yang dalam Kristus telah mengaruniakan kepada kita segala berkat rohani di dalam sorga.

ULTIMATE GIFT, ULTIMATE IMPACT
Jika kita mengaku telah menerima anugerah keselamatan itu seharusnya ada dampak yang terjadi dalam hidup kita. Berikut beberapa perumpamaan dalam Injil yang menyebutkan dampak yang nyata dalam kehidupan orang Kristen.

Matius 13:44-46
44 "Hal Kerajaan Sorga itu seumpama harta yang terpendam di ladang, yang ditemukan orang, lalu dipendamkannya lagi. Oleh sebab sukacitanya pergilah ia menjual seluruh miliknya lalu membeli ladang itu.
45 Demikian pula hal Kerajaan Sorga itu seumpama seorang pedagang yang mencari mutiara yang indah.
46 Setelah ditemukannya mutiara yang sangat berharga, iapun pergi menjual seluruh miliknya lalu membeli mutiara itu."

Menarik bahwa Yesus menggunakan perumpamaan dengan uang/harta. Mengapa? Jawabnya mudah, uang adalah keseharian hidup kita. Menemukan "harta terpendam dan mutiara yang sangat berharga" seharusnya membawa kita dengan mudah dan sukacita membuang seluruh dosa-dosa kita, hati dan fokus keduniawian kita untuk mendapatkan harta yang sejati.


Ibrani 11:26-27
26 Ia menganggap penghinaan karena Kristus sebagai kekayaan yang lebih besar dari pada semua harta Mesir, sebab pandangannya ia arahkan kepada upah.
27 Karena iman maka ia telah meninggalkan Mesir dengan tidak takut akan murka raja. Ia bertahan sama seperti ia melihat apa yang tidak kelihatan.

Musa - Sang Putra Angkat Firaun - meninggalkan segala kekayaan Mesir sebagai ekspresi iman kepada Allah. Bayangkan Mesir Kuno (bukan Mesir saat ini) adalah pusat kebudayaan dunia. Segala kemajuan peradaban, teknologi, ilmu pengetahuan, dan mungkin juga perputaran uang/emas terbesar saat itu berada di Mesir.


Filipi 3:7-8
7 Tetapi apa yang dahulu merupakan keuntungan bagiku, sekarang kuanggap rugi karena Kristus.
8 Malahan segala sesuatu kuanggap rugi, karena pengenalan akan Kristus Yesus, Tuhanku, lebih mulia dari pada semuanya. Oleh karena Dialah aku telah melepaskan semuanya itu dan menganggapnya sampah, supaya aku memperoleh Kristus,

Paulus menganggapnya semua ketaatannya akan hukum Taurat (dan dalam mentaati Taurat, Paulus boleh dibilang sempurna) sampah supaya ia memperoleh Kristus.


Ketiga ayat di atas menekankan bahwa Greatest Gift seharusnya membawa dampak besar bahkan mengubahkan total kehidupan seseorang. Sewajarnya
Ultimate Gift akan mendatangkan ultimate impact.

MASALAHNYA
Ultimate Gift kecil dampaknya kecil dalam kehidupan kita. Ada yang salah pasti

Mari kita lihat kembali hadiah itu.
PENYERTAAN Tuhan seolah2 seringkali tidak berpengaruh apa-apa. Kita lebih percaya pegang uang daripada pegang iman kita. Uang/materi menjadi Tuhan yang baru. Harusnya materi hanya sarana.

KASIH. kadang merasa kasih Tuhan tidak cukup.Kita mengemis belas kasihan pada yang lain. Mengasihani diri sendiri (self pity). Kita masih mencari penerimaan/pengakuan dari orang lain.

Ada dua kemungkinan yang kita alami jika kita tidak berubah setelah menerima Kristus.

1. KITA BUTA

2 Korintus 4:3-43
3 Jika Injil yang kami beritakan masih tertutup juga, maka ia tertutup untuk mereka, yang akan binasa,
4 yaitu orang-orang yang tidak percaya, yang pikirannya telah dibutakan oleh ilah zaman ini, sehingga mereka tidak melihat cahaya Injil tentang kemuliaan Kristus, yang adalah gambaran Allah.

Kemungkinan pertama adalah kita tidak melihat CAHAYA KEMULIAAN Kristus.
Pengakuan -persetujuan secara intelektual bahwa Kristuslah jalan keselamatan- itu tidak menyelamatkan kalau kita tidak menyerahkan hati untuk Kristus. Sebelum kita meyakini betapa berharganya Hadiah yang Tuhan berikan itu kita akan menganggapnya remeh sehingga kita termasuk orang-orang yang akan binasa.

Matius 7:21-23
21 Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di sorga.
22 Pada hari terakhir banyak orang akan berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan, bukankah kami bernubuat demi nama-Mu, dan mengusir setan demi nama-Mu, dan mengadakan banyak mujizat demi nama-Mu juga?
23 Pada waktu itulah Aku akan berterus terang kepada mereka dan berkata: Aku tidak pernah mengenal kamu! Enyahlah dari pada-Ku, kamu sekalian pembuat kejahatan!"

Performance rohani (karunia-karunia roh, mujizat dsb) pun tidak menjamin seseorang telah diselamatkan.


2. BELUM TERCELIKKAN
Efesus 1:18-19
17 dan meminta kepada Allah Tuhan kita Yesus Kristus, yaitu Bapa yang mulia itu, supaya Ia memberikan kepadamu Roh hikmat dan wahyu untuk mengenal Dia dengan benar.
18 Dan supaya Ia menjadikan mata hatimu terang, agar kamu mengerti pengharapan apakah yang terkandung dalam panggilan-Nya: betapa kayanya kemuliaan bagian yang ditentukan-Nya bagi orang-orang kudus,

Kita mungkin sudah menerima tetapi belum tercelikkan akan kayanya kemuliaan Kristus. Mari minta Tuhan mencelikkan.

Tercelikkan bukan berarti meninggalkan keduniawian tapi justru lebih serius menggarap dunia untuk kemuliaan Kristus. Bukan berarti kita harus menjadi seorang rohaniwan, tetapi melakukan bagian kita sesuai talenta dan panggilan yang Tuhan berikan dalam hidup kita. Justru aspek-aspek dunia tidak kita jauhi. Kita perlu memenangkan bidang-bidang politik, ilmu pengetahuan, bisnis, seni, olahraga, dsb. Setiap bidang yang kita tinggalkan akan diraih oleh kuasa kegelapan.

Yang memiliki panggilan berbisnis, jalankan bisnis dengan benar sehingga bisa menjadi berkat bagi semua stakeholder (pegawai, relasi, bahkan pesaing) sehingga mereka melihat kemuliaan Kristus dalam cara bisnis kita. Secara logis, nasihat pebisnis akan lebih mudah didengarkan oleh pebisnis lain dibandingkan jika nasihat yang sama disampaikan oleh pendeta bukan? Mengapa? Mudah saja, mereka benar-benar mengerti situasi yang kita hadapi.

Setiap bidang yang kita tinggalkan akan diraih oleh kuasa kegelapan.

Suatu saat ada sebuah lilin kecil dibawa oleh seorang kakek renta.

Di tengah perjalanan, lilin itu bertanya, "untuk apa saya dibawa?"
"Kamu akan dipakai untuk menyelamatkan banyak orang?" tukas kakek itu.
"Bagaimana bisa?kan aku kecil ..." sahut lilin itu.
"Tenanglah, akan kutunjukkan kepadamu ... " jawab kakek.

Kemudian sang Kakek membawanya naik ke mercu suar lalu mematikan lilin itu setelah menyalakan obor mercu suar.

Mari berdoa, berpuasa, minta hadiah Tuhan itu melingkupi seluruh hidup kita. Minta supaya kita memiliki hati seperti hati Kristus. Lalu hidup kita akan diubahkan. Fokus hidup kita bukannya berpusat pada diri sendiri (WII FM - what's in it for me) namun menjadi "bagaimana Kristus dimuliakan jika saya melakukan hal ini ..."

DOSA ITU ASYIK


Kapan terakhir kali Anda berbuat dosa tetapi hanya sedikit saja merasa bersalah atau bahkan tidak menyesal telah melakukannya ? Hati-hati! Mungkin hati Anda sudah mati ... !

Hidung yang Tersumbat

Kita sering tertipu dengan anggapan bahwa dosa adalah hal yang biasa, lumrah terjadi, ... semua orang melakukannya. Dosa kita bayangkan seperti melakukan kenakalan kecil di kelas. Melempar pesawat kertas di saat guru sedang menulis menghadap papan tulis. Ya... kita hanya kadang-kadang nakal seperti anak-anak, tidak lebih. Tidak sedikit pula orang yang beranggapan bahwa dosa itu khayalan teologis, tidak nyata. Tentu saja nyata! Ada banyak tidakan kriminal yang jelas-jelas salah dan dosa. Tetapi kita sendiri melonggarkan peraturan tentang dosa jika menyangkut daerah abu-abu. Kita berkompromi! Yang lebih gawat lagi, beberapa menggangap dosa sebagai kebebasan dan pernyataan diri. Bebas melakukan segala-sesuatu, bersenang-senanglah, nikmatilah hidup karena hidup hanya satu kali ...
Tidakkah semua hal di atas akrab di telinga kita? Itu semua aroma dosa yang salah. Bahayanya, aroma itu sudah membuat hidung teologis kita tersumbat dan terinfeksi. Kita menjadi pesakitan dosa!

Aroma Dosa menurut Yesus
Don Everts dalam buku ini dengan jelas menyingkapkan arti dosa yang sesungguhnya. Membaca buku ini akan membuat Anda menyadari bahwa DOSA ITU SANGAT SERIUS !
Perhatikan kutipan firman berikut,

"Maka jika matamu yang kanan menyesatkan engkau, cungkillah dan buanglah itu, ..." (Matius 5:29)

Sedemikian seriusnya dosa itu sehingga Yesus sendiri memberi peringatan keras. Bayangkan jika Anda harus mencungkil bola mata Anda sendiri, menggergaji tangan Anda sendiri supaya tidak berbuat dosa. Menurut Yesus, kehilangan bola mata (yang sangat Anda sayangi) jauh lebih baik daripada melakukan dosa. Coba baca Matius 18:8,9. Hal yang sama diulangi Yesus. Diulang sampai dua kali berarti Yesus sungguh-sungguh ingin menekankan bahwa dosa bukan perkara yang main-main.

Dosa dalam bahasa Yunani adalah hamartia - bidikan yang meleset. Meleset? Apa sasarannya? Alih-alih membuat daftar panjang tentang dosa, Yesus justru memberikan penjelasan lewat perumpamaan.
Jika pertanyaan yang sering kita ajukan adalah - apa itu dosa dan apa batasan dosa, Yesus melontarkan pertanyaan lain -seperti apa rasanya berbuat dosa?
Di bagian ketiga buku ini, Don Everts membeberkan sudut pandang Yesus tentang aroma dosa dalam beberapa point :

1. Pengkhianatan dalam keluarga

Sejak kita menerima Yesus, kita menjadi bagian dalam keluarga-Nya. Aroma dosa digambarkan Yesus lewat perumpamaan anak yang hilang (Lukas 15:11-32). Anak yang menuntut ayahnya membagi warisan (bahkan ketika ayahnya masih terlihat sehat) lalu pergi ... orang-orang Yahudi yang mendengar hal itu pasti merasa muak.

Kisah yang lain adalah tentang seorang ayah yang mempunyai dua anak laki-laki (Matius 21:28-32). Suatu ketika ayahnya menyuruh mereka untuk bekerja di ladang seperti biasanya. Yang seorang menolak mentah-mentah sedangkan anak yang lain meng-iya-kan. Tetapi anak yang meng-iya-kan ini ternyata tidak melakukan perintah ayahnya! Ia tidak pergi ke ladang pada hari itu! ... ”Itu menghina! Merendahkan!”, demikian bisik orang Yahudi yang mendengarkan-Nya sambil (sekali lagi) merasa muak.
Dalam Kitab Hosea (PL), Allah menyamakan umat Israel yang berdosa sebagai pengantin yang berzina, bersundal. Lagi-lagi pengkhianatan.
Seperti itulah aroma dosa. Dosa selalu terjadi dalam keluarga. Apa sasarannya? Keluarga yang harmonis. Apa artinya meleset? Menghina orangtua yang penuh kasih dan memberontak terhadap mereka. ”Seperti meludahi wajah ibumu saat ia tengah menyediakan makanan lezat bagimu... ” demikian tutur Don Everts.
Ya ... pengkhianatan dalam keluarga. Ada ayah yang terluka dan ibu yang terhina serta menangis. Setiap kali kita berbuat dosa (lagi), Allah tidak saja marah. Ia dikhianati, terluka dan menangis.

2. Bunuh diri
Yesus meminta kita membayangkan ranting anggur yang memutuskan untuk melepaskan diri dari pokoknya. Ranting cokelat yang bodoh. Sesaat mereka merasa bebas dan tidak perlu lagi menjaga pokok anggur itu. Tetapi begitu terlepas dari pokoknya, ranting itu tidak lagi mendapatkan makanan. Ia akhirnya mati. Berbuat dosa berarti menolak sumber makanan. Itu artinya bunuh diri rohani.

3. Tersesat
Seperti domba yang tidak bergembala. Ketika kita memilih berdosa, kita seperti domba yang memilih menutup matadan telinganya dari tuntunan gembala, lalu mulai mengembara. Tersesat, tak berdaya, dan tidak memiliki harapan lagi. Pada akhirnya terjatuh ke jurang atau dimangsa binatang buas.

4. Tidak wajar. Aneh.
Don Everts mengajak kita membayangkan Lazarus yang dihidupkan kembali (keselamatan) namun betapa anehnya jika ia tetap mengenakan kain kafannya setiap hari kemudian juga sesekali dalam seminggu tidur di gua kubur yang pernah ditinggalkannya. Aneh. Tidak wajar. Memalukan. Setelah memperoleh keselamatan, kita seharusnya hidup dalam penyucian.

5. Hidup di bawah perbudakan
Dosa memproklamirkan diri sebagai kemerdekaan untuk berbuat segala sesuatu yang kita inginkan. ” ... sesungguhnya setiap orang yang berbuat dosa, adalah hamba dosa.” itu yang dikatakan Yesus tentang dosa. Saat berbuat dosa, kita terikat sedemikian rupa dengan dosa itu hingga kecanduan. Budak hidup di bawah tekanan, diikat, dicambuk dan jarang makan.

Setelah panjang lebar mengungkap aroma dosa, dalam bagian terakhirnya Don Everts mengajak pembacanya untuk menghirup udara kasih karunia. Udara itu terasa amat segar setelah kita mengerti hakikat dosa yang sesungguhnya. Dalam bagian terakhir ini, Don Everts juga mengajak kita untuk memiliki disiplin pengakuan dosa dan kelompok-kelompok kecil sebagai pengawas kita.

Ditulis dengan gaya bahasa yang ringan, pembahasan tentang dosa menjadi lebih hidup dan dekat. Don Everts dengan anggun menulis puisi-puisi di awal dan akhir bab seputar pembicaraaan yang dibahasnya. Menyelesaikan buku ini sungguh akan membuat Anda menyikapi dosa dengan cara yang berbeda dan sangat mungkin Anda tidak akan berani berbuat dosa lagi.