11 Maret 2009

Rick Warren : Seseorang yang Mengemban Misi



Pastor Rick Warren telah menarik minat banyak orang dengan "penginjilan
baru"nya. Sekarang, ia berusaha untuk mengubah dunia.


Saat itu menjelang fajar di California, Rick Warren yang tak kenal
lelah, sedang bekerja di depan komputernya, membalas e-mail beberapa
pendeta dari 250.000 pendeta di seluruh dunia yang terhubung dengannya.
Tiba-tiba datang pesan dari seorang pekerja di Colombo, Sri Lanka yang
serta merta mengejutkannya, "Rick, tolong doakan kami," tulisnya pada
suatu hari di bulan Desember 2004. "Kami baru saja mengalami gempa bumi
yang dahsyat dua menit yang lalu, dan saya yakin gelomboang pasang akan
segera datang."


Warren, pendiri Gereja Saddleback di Lake Forest, California, tidak
hanya berdoa. Ia segera meminta staf-nya untuk menghubungi para pemimpin
gereja di Thailand, Sri Lanka, Indonesia, dan India dengan pesan :
"Larilah ke tempat yang tinggi. Ada bencana alam." E-mail itu tiba
sebelum gelombang tsunami menghantam.


Pada hari Minggu kemudian, ia berdiri di hadapan jemaat Saddleback,
"Saudara-saudara, kita perlu membantu orang-orang yang sedang terkena
gelombang tsunami tersebut. Tolong sisihkan lebih." Sumbangan yang
terkumpul padi itu berjumlah 1,6 juta dolar, sekitar satu juta dolar
lebih banyak dibandingkan persembahan hari-hari Minggu biasanya. Warren
mengirimkannya ke gereja-gereja yang terkena bencana; uang itu digunakan
untuk membantu banyak hal dari membeli jala ikan hingga memperbaiki
kapal yang rusak. Ketika badai Katrina menenggelamkan New Orleans
sembilan bulan kemudian, Warren meminta jemaatnya untuk menyumbang
kembali-dan kali ini terkumpul 1,7 juta dolar.


Saddleback, sebuah gereja yang sangat besar terletak di Orange County,
California, adalah salah satu dari sekian banyak organisasi/gereja di
dunia dengan anggota dan sarana untuk mengakomodasi sumbangan amal.
Warren sering mengelola jumlah yang besar.


Ada sekitar 83.000 orang yang beribadah di Saddleback. Mereka bisa
memilih dari 28 ibadah gereja yang diselenggarakan di empat kampus
setiap minggunya. Buku pertama Warren – The Purpose Driven Church,
diterbitkan pada tahun 1995 dan ditujukan bagi para pendera — terjual
lebih dari satu juta eksemplar. Pada tahun 2002, ia menerbitkan buku The
Purpose Driven Life, yang terjual hingga 30 juta eksemplar,
menjadikannya sebagai salah satu buku terlaris sepanjang masa. Dia dan
istrinya memberikan 90 persen dari penghasilannya tersebut untuk amal,
banyak di antaranya sebagai sumbangan anonim, tidak menyebutkan nama
mereka; Pada tahun 2004, tahun terakhir di mana jumlahnya diumumkan
secara terbuka, mereka telah menyumbang 13 juta dolar.


Namun angka yang sekarang sedang menjadi fokus Warren adalah angka lima—
masalah yang ia sebut sebagai lima raksasa global yaitu: kekosongan
spiritual, kepemimpinan yang melayani diri sendiri, kemiskinan yang
parah, penyakit menular, dan buta aksara. Solusinya? Lima bagian Rencana
PEACE yang dipimpin oleh pendeta-pendeta sepertinya, dan dia berharap,
rencana ini juga mendapatkan dukurngan dari kaum politisi di seluruh
dunia: Mengusahakan pendamaian. Memperlengkapi pemimpin yang melayani.
Membantu orang miskin. Merawat orang sakit. Mendidik generasi
berikutnya. "Ketika saya berkotbah tentang hal ini kepada para pendeta
di seluruh dunia, saya memberitahu mereka bahwa mereka diberkati untuk
menjadi berkat bagi orang lain," kata Warren. "Apapun yang telah
diberikan kepada Anda, Tuhan tidak memberikannya agar Anda bertambah
gemuk tetapi supaya Anda bisa menolong orang lain."


Menolong orang miskin dan sakit sebelumnya bukan fokus Warren. Dia
menghabiskan satu dekade pertama dalam pelayanannya untuk membangun
gereja yang lebih besar lagi. Sampai saat istrinya, Kay, membaca tentang
anak-anak yatim piatu korban AIDS di Africa dan berangkat ke sana dua
kali untuk melihat bagaimana dia bisa membantu mereka. Tak lama
kemudian, istrinya kedapatan menderita kanker payudara. Diagnosis itu
semakin meyakinkannya untuk membantu orang-orang yang menderita. Rick
Warren menanggapi penyakit istriya—dan tanggapan istrinya terhadap
penyakit tersebut—sebagai sebuah tanda bahwa dia perlu memikirkan ulang
tentang fokus pelayanannya. "Seperti orang buta yang dicelikkan,"
tukasnya. "Saya menyandang tiga gelar. Saya telah menempuh pendidikan di
dua seminari dan satu sekolah Alkitab. Bagaimana saya bisa melewatkan
2.000 ayat di dalam Alkitab yang berbicara tentang orang miskin?"


Melalui jaringan pendeta globalnya, ia merekrut ratusan ribu sukarelawan
utnuk memberantas buat aksara di Amerika Utara dan AIDS di padang Sahara
Africa, juga tindakan-tindakan lainnya. Warren membukakan pandangan
milyaran pasukan Kristen yang digerakkan di seluruh dunia melalui gereja
lokal untuk mengurusi banyak hal mulai dari pelayanan kesehatan hingga
menyediakan alat-alat pertanian.



*Bekerja dengan jumlah sebanyak itu dalam sebuah agenda yang ambisius
menjadikan Warren terkenal sekaligus kontroversial. Setiap orang yang
tidak mengenal namanya sebelum bulan Agustus tahun lalu, mungkin baru
mengenalnya saat ia mengundang Senator Barack Obama dan John McCain ke
sebuah forum di Saddleback yang menyedot banyak publikasi dari media
massa pada saat kampanye presiden yang lalu. Dia mendapatkan protes
ketika mendukung larangan pernikahan pasangan sesama jenis di negara
bagian California dan medapatkan protes lagi saat Obama memintanya untuk
memimpin doa saat pelantikannya. "Perlawanan terhadap Rick Warren datang
dari kedua pihak baik kaum liberal maupun konservatif," kata Steve
Waldman, salah satu pendiri dari situs religius beliefnet.com. "Tetapi
sebenarnya, dia telah memainkan peran yang signifikan dalan mengubah
wajah Kristen Injili di Amerika akan isu-isu dari isu lingkungan hidup
hingga kemiskinan di dunia. Dan dia terbuka untuk menjawab tantangan
dari lawan-lawannya, di sinilah gesekan itu berawal." Warren berubah
dari seoarang pengkotbah yang ingin "membangun gereja bagi orang yang
membenci gereja" menjadi pemimpin religius yang mendunia. Dia berbicara
kepada Reader's Digest—di mana induk perusahaannya baru-baru ini
meluncurkan majalah baru milik Warren, Purpose Driven Connection—baru
dua kali terbit sampai saat ini. Berikut adalah wawancara dari dua kali
terbitan tersebut:


T. Apakah Anda terkejut ketika diminta untuk memimpin doa saat
pelantikan presiden?

J. Saya merasa terhormat untuk menjadi
bagian dari peristiwa bersejarah. Undangan tersebut sungguh tidak saya
duga. Saya bisa menyebutkan beberapa lusin pendeta yang mungkin bisa
melakukan tugas itu dengan lebih baik.


T. Mengapa Anda mengundang kedua kandidat itu ke Saddleback Agustus lalu?

J. Saya telah mengenal kedua senator tersebut sebelum mereka
memutuskan untuk maju sebagai calon presiden, dan saya menyukai mereka
berdua. Mereka berdua adalah pahlawan, mereka berdua mencintai Amerika,
mereka berdua adalah pemimpin yang baik.


T. Apa yang Anda harapkan terwujud dari acara tersebut?

J. Saya mencoba untuk memperhalus pertanyaan retorik—salah satu
tujuan saya adalah untuk mengembalikan nilai-nilai martabat pada
angkatan ini.


T. Itu lebih dari sekedar mengabarkan Injil.

J. Sebagai seorang pendeta, saya memberitakan Kabar Baik dan kebaikan
pada umumnya. Kabar baiknya adalah tentang Yesus Kristus. Sedangkan
kebaikan umum—entah Anda percaya pada Yesus Kristus atau tidak—adalah
kita hidup dalam planet yang sama. Kita semua adalah bagian dari hidup
kemanusiaan.


T. Bagaimana Anda memilih California Selatan sebagai awal dari
pemberitaan pesan Anda?

J. Itu adalah sebuah tindakan iman yang total. Saya lulus dari
seminari, dan Kay bersama saya tinggal di Fort Worth, Texas. Saya ingat
berbicara dengan dia, "Saya pikir kita harus pergi ke California Selatan
dan mulai membangun gereja baru. Bagaimana menurutmu?" Dia berkata,
"Baiklah, ini sangat menakutkan bagiku, tetapi saya percaya Tuhan dan
saya percaya padamu, mari kita lakukan." Lalu kami masuk ke mobil dan
berputar balik. Kami tiba di sana pada tanggal 1 Januari 1980, di
tengah-tengah jalanan yang macet—Saya sebelumnya tinggal di desa dengan
500 orang penduduk—dan saya berkata,"Tuhan, Kau salah memilih orang. Apa
yang saya lakukan di sini?"


T. Bagaimana Anda menemukan jawabannya?

J. Saya keluar dari jalan raya, lalu kami berjalan menuju sebuah
kantor real estate dan bertemu dengan seorang agen bernama Don Dale.
Saya berkata, "Nama saya Rick Warren. Saya berusia 25 tahun. Saya di
sini ingin mendirikan sebuah gereja. Saya tidak memiliki anggota. Saya
tidak punya bangunan. Saya tidak kenal siapapun di sini. Saya tidak
punya uang, dan butuh tempat untuk tinggal." Dalam waktu dua jam, orang
itu mengantar kami ke sebuah apartemen. Dia meyakinkan pemiliknya untuk
menyewakannya kepada kami dengan gratis selama satu bulan.


T. Apakah Don akhirnya bergabung menjadi jemaat gereja?

J. Kami bersama-sama ke apartemen itu dan saya bertanya, "Hey, Don,
apakah kamu juga beribadah di gereja?" Dia berkata, "Tidak, tidak. Saya
benci gereja." Saya membalasnya, "Bagus. Kamu anggotaku yang pertama."
Kami memulai bersama dengan keluarganya. Pelayanan pertama saya adalah
pada Minggu Paskah tahun 1980, dengan 200 orang. **Dan pada Paskah 2008,
kami telah memiliki 14 pelayanan, dengan 45.000 orang. Don masih menjadi
anggota kami sekarang.


T. Kapan Anda memutuskan untuk berekspansi keluar dari Lake Forest?*

J. Dalam dekade kedua kami, kami berkata,"Oke, sekarang kami akan
menasional, dan kami akan membantu orang lain." Saya peduli dengan
gereja-gereja kecil yang memiliki 50 sampai 75 jemaat. Mungkin mereka
tidak mampu untuk menggaji seseorang secara penuh menjadi pendeta
mereka, dan saya berkata, "Mari bantu mereka." Jadi saya mulai
memberikan pelatihan kepada para pendeta, dan di tahun 90an, saya telah
melatih sekitar 250.000 orang di seluruh Amerika. Setelah itu, kami bisa
menjangkau jaringan global.


T. Apa yang telah Anda pelajari dari perjalanan Anda keliling dunia?

J. Saya telah meilihat banyak gejolak dari perpecahan politik hingga
kebencian di banyak negara. Tiba-tiba saja, seseorang yang tidak setuju
dengan Anda menjadi musuh Anda, dan Anda menjadikannya seperti setan. Di
Rwanda, Anda memanggilnya kecoa dan Anda menggambarkannya dalam mental
Anda yang kemudian bisa mendorong tindakan-tindakan genosida (pemusnahan
suatu kelompok tertentu). Ini adalah satu langkah dari menghapus
nilai-nilai kemanusiaan pada sekelompok orang yang memiliki cara pandang
berbeda menuju ke menghancurkan martabatnya sehingga Anda menganggap
bahwa ereka bukan lagi manusia—lalu Anda memiliki hak untuk menghapuskan
mereka. Hitler melakukannya. Saya pikir kira tidak ingin menuju ke sana
lagi.


T. Bagaimana memastikan kita tidak sedang menuju ke sana?

J. Semangat toleransi harus dikembalikan. Toleransi berarti saya
memperlakukan anda dengan hormat meskipun kita sama sekali berbeda
pendapat dalam satu hal. Anda adalah anak Allah. Anda layak mendapatkan
penghormatan. Kita mungkin tidak setuju, tetapi kita akan saling
bertoleransi, dan lebih dari itu, kita tetap bisa bersahabat.


T. Anda berkata bahwa penting bagi kaum Injili untuk tahu tentang apa
yang mereka dukurng daripada apa yang mereka tentang. Ketika Anda
menentang perkawinan sesama jenis, Saddleback dikucilkan. Salah seorang
jemaat perempuan, lesbian yang sering hadir di Saddleback, mengungkapkan
bagaimana kecewanya dia terhadap Anda.

J. Anda tidak mungkin menyenangkan hati semua orang. Saya tidak harus
sependapat dengan seseorang untuk mengasihinya. Saya tidak harus
sependapat dengannya untuk menolong mereka juga. Saya berharap mereka
juga demikian terhadap saya.


T. Apa saran Anda kepada seseorang yang menginginkan hidup yang lebih
berarti?

J. Kasihilah Tuhan dan sesama dengan segala yang Anda miliki! Hidup
dengan tujuan berarti mengusahakan (dengan sengaja) perubahan pola pikir yang
berpusat pada diri sendiri menjadi pola pikir yang berpusat pada orang
lain. Tanyakan pada diri Anda sendiri, "Apa yang seharusnya menjadi
kontribusi dalam hidup saya?" Dengan mengetahui kombinasi bakat,
kemampuan, dan pengalaman hidup, Anda akan melihat di mana Anda bisa
membuat perubahan.

-----
Diterjemahkan dari Reader's Digest edisi Maret 2009
Mohon beritahu saya jika menyalin artikel ini untuk keperluan blog atau
situs Anda.
Terima kasih.

26 Februari 2009

Pservermouse.exe removal

== cara menghapus malware virus pservermouse.exe ==

I just got a pservermouse.exe virus or kind of malware i think. I got this virus after making connection with Nokia 5500 to transfer data, if i'm not mistaken.

Here are the symptoms on my computer:

1. On Windows XP startup --> there's always pop up windows showing that
my firewall is turned OFF. Even after I set it on, everytime I
shutdown/restart Windows XP, the firewall OFF problem keep occuring. So,
I must manually turn it ON.
-- Oopss, I didn't realize that it was caused by this. So, I had been
surfing without any Firewall this long. This annoying balloon on the
bottom right of the task bar only shown once in a week when my AVGFree
8.0 virus update has expired, and AVG ask to update them.

2. My Floppy Disk, keep ON every serveral seconds, as if there was a
diskette inside. Windows keep checking/reading the floppy disk, so you
will hear a weird sound every several seconds.

3. When I plug FlashDisk, the computer keeps reading it. Flashdisk's LED
keeps blinking all the time, even when idle.

4. I can't show hidden files at all. When trying to do it by accessing
Folder Option > View > Show hidden files and folders, the explorer won't
show any hidden files or folders at all.

Once I know the symptoms no. 4, I realized that there's must be
something wrong with it. So I try to find out how to solve this (solving
symptoms no 4 only), then I know that I have this pservermouse.exe on my
PC. Damn !! I can't remove it at all! It keeps on showing on C: as well
on all my flashdisk.

Here's how I remove it manually:
1. Force Windows to Show Hidden Files
Click Start > Run ... > type "regedit" (without "") > press enter
Then Go to
[HKEY_LOCAL_MACHINE\SOFTWARE\Microsoft\Windows\CurrentVersion\Explorer\Advanced\Folder\Hidden\NOHIDDEN]
--change the value by double click on the word CheckedValue and
DefaultValue, then change the number--
"CheckedValue"=dword:00000002
"DefaultValue"=dword:00000002


[HKEY_LOCAL_MACHINE\SOFTWARE\Microsoft\Windows\CurrentVersion\Explorer\Advanced\Folder\Hidden\SHOWALL]
"CheckedValue"=dword:00000001
"DefaultValue"=dword:00000002

Once done, try to show hidden files by open Explorer (Window) > Folder
Option > View > Shoe hidden files and folders. And this step, you'll see
pservermouse.exe and autorun.inf on C: and root directory of infected
flashdisks.

2. Delete all Registry related to pservermouse.exe
Again, go to regedit ..
Start > run > type "regedit" (without "") > ENTER
Then Edit > Find > search for "pservermouse" at Keys Values and Data
(tick those three option)
Leave untick for lowest option "match whole string only"

After finding registry related to pservermouse > press DELETE > click YES
then press F3 to FIND NEXT registries ... > DELETE
Repeat those step (find next and Delete) until no registries with
"pservermouse" left.

3. Delete C:\pservermouse.exe
To do this, you must deactivate / close pservermouse from running in the
background.
Simply press CTRL + ALT + DEL to bring out Task Manager, choose
Processes Tab > find pservermouse.exe > End Process

Then delete both c:\pservermouse.exe and autorun.inf, also from every
infected flashdiskes you have.

4. Restart Windows

Hope this will helps!
PS:
I'm not a PC Geeks, but it just works! LOL :D

No virus found in this outgoing message.
Checked by AVG - http://www.avg.com
Version: 8.0.138 / Virus Database: 270.11.3/1968 - Release Date: 2/23/2009 06:22 PM

16 Januari 2009

I Belong to City, Kaka?




Inspired by The Offside.

Man City is negotiating the hillarious transfer of Milan's Kaka.
They have made a silly money bid of £100m.

What will Brazillian Legend say about it? Pele once regreted on Robinho move to Man City. Robinho was one of the Brazillian kids idol before he went to Man City with a huge money transfer. Kaka is a perfect patron footballer with spotless reputation, should he make the deal?

No, Kaka ... you should not go to City !

11 Desember 2008

Sekuritas dan Investasi Reksadana

Pertama kali akan saya jelaskan terlebih dahulu tentang sekuritas.
Sekuritas adalah perusahaan yang bergerak dalam bidang jual beli surat
berharga misalnya saham dan obligasi. Jadi sekuritas ini yang
menjembatani masyarakat untuk bertransaksi saham dan/atau obligasi.

Beberapa sekuritas memiliki produk investasi berupa Reksadana yang
dikelola oleh Manajer Investasi. Istilah gampangnya, berinvestasi dalam
produk reksadana ibaratnya kita mempercayakan sejumlah uang kepada
sekelompok orang ahli (manajer investasi) untuk dibelikan (atau
dijualkan) produk-produk saham atau obligasi. Keuntungan (dan kerugian)
dari jual-beli saham/obligasi itu nantinya akan dikembalikan kepada kita
selaku investor setelah dikurangi pajak dan biaya operasional mereka
(gaji, transport, dsb).

Keuntungan dari Reksadana adalah kita selaku investor tidak harus
mengamati langsung pergerakan saham-saham yang jumlahnya ratusan (ribuan
di Amerika). Selain itu juga kita tidak harus susah payah melakukan
analisis dari masing-masing perusahaan. Dua hal tersebut butuh keahlian
khusus dan menyita waktu.

Meskipun demikian selaku investor kita tidak seharusnya pasrah
"bongkokan' kepada Manajer Investasi. Kita perlu mencermati bagaimana
strategi mereka dalam membelanjakan uang kita, apakah mereka agresif
(berani mengambil resiko) atau cenderung konservatif (menghindari
resiko). Lalu kita juga perlu sesekali mengamati pergerakan harga saham
dan obligasi di bursa supaya bisa mengetahui saat yang tepat untuk
melakukan penambahan dana dalam reksadana (top-up) atau penarikan dana.

Reksadana sendiri selain ditawarkan oleh perusahaan sekuritas, juga
dijajakan oleh Bank dan agen asuransi. Sekuritas minta tolong ke Bank
karena ingin memanfaatkan database nasabah yang lebih besar. Jadi akan
memperluas wilayah jangkauan mereka.

Reksadana: Langsung ke Sekuritas atau lewat Bank?
Menurut saya paling asyik investasi langsung ke Sekuritas daripada lewat
Bank karena:

1. Lewat Bank ada minimal penempatan dana yang bagi saya sangat besar
(berkisar 50 juta). Sedangkan langsung ke Sekuritas minimal 250 ribu
rupiah saja. Begitu juga dengan aturan top-up.

2. Lewat Bank (biasanya) ada aturan harus menahan dana selama minimal
satu tahun. Langsung ke Sekuritas = tidak ada pembatasan waktu, bisa
ditarik kapan saja (ada yang kena penalti, ada yang tidak kena).

3. Komisi penempatan dana, top-up, dan pencairan lewat Bank berbeda
dengan Sekuritas (biasanya lebih mahal, coba Bank dapat untung dari mana?).

4. CS Bank umumnya tidak terlalu paham dengan produk Reksadananya
sendiri dibandingkan CS Sekuritas langsung.


Sedangkan kekurangannya:
1. Cabang Sekuritas hanya ada di kota-kota tertentu saja dan jumlahnya
sangat terbatas dibandingkan Bank. Jadi relatif merepotkan untuk
mengurus segala macam syarat-syarat, formulir, dan sebagainya. Saya
mengalaminya sendiri karena tinggal di kota kecil (Yogyakarta) yang
hanya ada cabang Danareksa di Kampus UGM dan BNI Securities dekat Kraton
(sejauh yang saya tahu).

2. Karena alasan nomor satu, banyak "buntutnya". Salah satunya timing
top-up atau penarikan RD seringkali molor, tidak tepat sasaran karena
dokumen harus menempuh jarak untuk sampai ke kantor sekuritas terdekat.

Tapi berhubung dana saya minim, jadi saya rela menempuh susah payah
kirim dokumen ke kantor Sekuritas terdekat. Untungnya Bank Kustodian
ada di dekat rumah saya, jadi untuk top-up atau withdrawal tidak ada
masalah.

Bagaimana dengan Unit Link lewat Agen Asuransi?
Menurut saya ada baiknya produk investasi dipisahkan dengan produk
asuransi. Mengapa? Jika keduanya dicampur akan susah bagi kita untuk
menentukan mana manfaat asuransi dan mana manfaat dari investasi. Namun
ada baiknya juga investasi reksadana lewat unit-link terutama bagi kita
yang kurang disiplin dalam menempatkan dana investasi. Kita akan
"dipaksa" untuk berinvestasi tiap bulannya. Selain itu juga dengan
metode investasi teratur berkala seperti ini (istliahnya Dollar Cost
Averaging), dalam jangka panjang akan lebih menguntungkan.

No virus found in this outgoing message.
Checked by AVG - http://www.avg.com
Version: 8.0.138 / Virus Database: 270.9.16/1841 - Release Date: 12/10/2008 09:30 AM

05 Desember 2008

Subsidi Premium Dicabut -- Rakyat Diam?

Pembisik : Boss, mumpung harga-harga lagi turun, sumbangan beli minyak
ditarik aja boss, buat 'butuh' yang lain

Boss : Lha nanti diprotes, kan bakalan ada pemilihan boss baru nih,
posisi terancam. Dari daftar belanja kita kan anggarannya 80 keping
emas, harusnya kalau normal segitu harganya.

Pembisik : Tenang aja boss, tahun depan diramalkan masih turun terus
kok, lha wong di meja taruhan aja sudah berharga 35 keping emas untuk
kiriman minyak tahun depan. Posisi masih aman, wong malah turun kok
besok-besoknya. Gak bakalan diprotes, malah bisa jadi senjata.

Boss : Nggak sesuai sama Tata Laksana Dasar Genk ini donk, kan ps. 33
bumi dan air dan kekayaan yang ada di dalamnya digunakan untuk
sebesar-besar kemakmuran anggota genk?

Pembisik : Solar, minah tetep disumbang donk boss, biar ngga ribut...
tapi kan sekarang yang pake solar sama minah nggak banyak (*minah:
minyak tanah). Ngga ada ruginya lah, daripada ditunda-tunda malah protes
kalo besok2 nyabutnya ...

Boss : okeh dah, tolong buatin suratnya, besok saya tinggal tanda tangan
aja ...

Pembisik : sipp boss... laksanakan ... mereka dijamin diem boss, kan
nggak tahu kenapa harga minyak sekarang turun ...

=================
Berikut cuplikan berita dari Kompas

Premium Tidak Disubsidi
Minyak Solar, Minyak Tanah, dan Elpiji Tetap
Jumat, 5 Desember 2008 | 03:00 WIB

Jakarta, Kompas - Pemerintah segera mencoret premium dari daftar bahan
bakar minyak bersubsidi. Ini dilakukan karena harga jual premium di
dalam negeri Rp 5.500 per liter sudah setara dengan harga keekonomian.
Dengan demikian, bahan bakar yang masih disubsidi adalah minyak solar,
minyak tanah, dan elpiji dalam kemasan tiga kilogram.

"Rencananya memang begitu. Keputusan lengkap segera disampaikan
Presiden," ujar Kepala Badan Kebijakan Fiskal Departemen Keuangan
Anggito Abimanyu, Kamis (4/12) di Jakarta.

Pemerintah telah mengurangi jenis BBM yang disubsidi serta penggunanya
secara bertahap pada tahun 2005, dari tujuh jenis menjadi tiga jenis.
Semula, selain premium, minyak tanah untuk rumah tangga, dan minyak
solar untuk transportasi umum, pemerintah juga menyubsidi jenis BBM yang
sama untuk konsumen industri. Selain itu, jenis BBM minyak bakar dan
minyak diesel juga disubsidi.

Menurut Anggito, harga premium Rp 5.500 per liter yang berlaku sejak 1
Desember 2008 sudah tidak menyedot subsidi BBM yang telah dianggarkan
dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Perubahan 2008
sebesar Rp 126 triliun. Dengan demikian, jika harga minyak mentah dunia
semakin rendah, pemerintah malah akan mendapatkan laba bersih minyak.
Harga minyak mentah Indonesia sejak awal pekan ini berkisar 46-48 dollar
AS per barrel, jauh di bawah asumsi harga minyak dalam APBN-P 2008 dan
APBN 2009 yang dipatok 90 dollar AS dan 80 dollar AS.

"Hingga November 2008, harga jual dalam negeri untuk premium selalu di
bawah harga keekonomian, sejak 1 Desember harga jual dalam negerinya
sudah sama dengan harga keekonomian. Kalau harga pemerintah sudah ada di
bawah harga keekonomian, maka harga di SPBU harus diturunkan," ujarnya.

Harga keekonomian bahan bakar minyak mengacu pada harga yang berlaku di
pasar Singapura (Mean of Platts Singapore/MOPS). Pemerintah akan
mengganti berapa pun harga MOPS ditambah biaya-biaya pengadaan dan
operasional yang ditetapkan berupa persentase yang disebut alpha.

Dalam APBN-P 2008, volume premium yang disubsidi ditetapkan 16,976 juta
kiloliter (kl). Volume ini ditingkatkan jadi 20,444 juta kl di APBN
2009. Meski demikian, Anggito mengatakan, pihaknya belum tahu kebijakan
yang akan digunakan atas subsidi premium itu jika nanti BBM jenis ini
tidak lagi mendapatkan subsidi.

*Patokan 80 dollar AS*

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Purnomo Yusgiantoro di sela-sela
kunjungan kerjanya di Kotabaru, Kalimantan Selatan, mengatakan, pos
subsidi untuk premium tahun depan masih ada karena APBN 2009 masih
menggunakan patokan harga minyak 80 dollar AS per barrel.

Menurut Purnomo, bila asumsi harga minyak itu sesuai dengan kondisi
pasar, subsidi BBM mungkin dipertahankan. Namun, pemerintah juga akan
memerhatikan sisi pendapatan negara. Apabila harga minyak di bawah 80
dollar AS per barel, pendapatan negara akan turun. "Dengan asumsi itu,
penerimaan dilihat dan subsidi juga akan dilihat," kata Purnomo.
(OIN/BRO/DOT)

=================

Mencari Harga Wajar
Kondisi harga minyak dunia dalam setahun ini memang mengalami gejolak
luar biasa karena ulah spekulan juga. Dari tertinggi $150 hingga
sekarang berkisar di bawah $50 terjadi hanya dalam kurun waktu beberapa
bulan saja. Dan sampai saat ini masih belum ada yang bisa mengontrol
kegilaan pasar ini karena dana yang bergulir di pasar berjangka ini
jumlahnya raksasa ... behemoth .. demikian Warren Buffet menyebutnya.
Bahkan beliau mengusulkan adanya aturan ketat untuk pasar keuangan dunia
ini karena ada banyak sekali hal yang berkaitan dengannya ... ambil
contoh harga-harga komoditas dunia naik turunnya ditentukan di pasar
keuangan ini yang rentan oleh aksi-aksi emosional spekulan.

Apa akibatnya? Harga-harga komoditas tersebut bisa terlalu mahal atau
terlalu murah dan tidak mencerminkan harga pasar yang sebenarnya
tergantung psikologi pasar terlalu optimis atau terlalu pesimis. Naik
turunnya harga komoditas ini akan mempengaruhi jalannya bisnis pada
umumnya. Ambil contoh, beberapa waktu lalu harga minyak sawit sempat
naik tinggi, akibatnya para petani sawit di Sumatera dan Kalimantan
berpesta pora, mungkin juga ada beberapa di antara mereka mengajukan
kredit dengan jumlah yang banyak. Ironisnya ketika harga sawit jatuh,
mereka ikut bangkrut, bahkan bunuh diri akibat hutang yag tidak terbayar
seperti yang sempat dimuat beritanya di Kompas.

Menentukan harga wajar komoditas ini tidak mudah. APBN 2009
mengasumsikan harga minyak $80-90 per barrel. Harga itu bukan turun dari
langit, tentunya Pemerintah sudah melakukan banyak analisis. Jika kita
lihat kontrak minyak untuk penjualan 2009-2011 ada kecenderungan
harganya akan naik. Contoh minyak untuk pengiriman bulan Juni 2010
harganya $70 per barrel (hari ini) sumber:
http://futures.tradingcharts.com/marketquotes/index.php3?market=CL,
http://www.nymex.com/lsco_emi_cso.aspx
http://finance.yahoo.com/q/fc?s=CLF09.NYM

Harga minyak dunia saat ini sangat murah di bawah $50 karena para
spekulan komoditas pesimis. Mereka melihat bahwa dunia akan memasuki
resesi tahun depan sehingga permintaan minyak akan turun. Jadi penurunan
harga ini bisa dibilang hanya sementara karena terimbas resesi. Jika
melihat trend secara keseluruhan, harga minyak dunia akan naik karena
minyak adalah sumber daya yang terbatas dan akan habis, sementara itu
minyak juga sumber utama saat ini untuk pemenuhan kebutuhan energi.
Sampai saat ini masih belum ditemukan terobosan yang berarti untuk
mengurangi penggunaan minyak bumi untuk mencukup kebutuhan energi di dunia.
<image>http://futures.tradingcharts.com/charts/COM.GIF</image>

Menutupi Sebagian Kebenaran
Menutupi sebagian kebenaran adalah bentuk lain dari berbohong. Nampaknya
hal ini yang sedang dilakukan oleh Pemerintah. Kalau pemerintah
menetapkan asumsi minyak $80-90 untuk APBN 2009, tentunya mereka sadar
bahwa ada kemungkinan pada tahun 2009 harga minyak akan kembali ke
kisaran angka tersebut. Dan itu masuk akal jika dilihat dari kontrak
futures minyak dunia. Ini berarti jika subsidi Premium dicabut maka ada
kemungkinan tahun depan harganya mencapai 8.000 - 9.000 per liter jika
kurs dollar tetap seperti saat ini.

Sekarang berapa banyak masyarakat yang tahu mengapa harga minyak naik
dan turun? Sedikit bukan? Selama pemerintah tidak mengedukasi masyarakat
tentang hal ini, mereka masih menutupi sebagian kebenarannya.

Memanfaatkan Momentum
Di tengah turunnya harga minyak dunia, langkah pencabutan subsidi ini
diambil dengan demikian tidak akan terjadi protes masyarakat tentang
kenaikan harga minyak seperti selalu terjadi sebelumnya. Harga premium
diambangkan sesuai dengan harga pasaran dunia.

Apakah premium non subsidi berarti buruk?
Tidak sepenuhnya demikian. Masyarakat memang selama puluhan tahun
dimanjakan dengan subsidi BBM ini jadi sulit sekali untuk mencabut duri
dalam daging yang sudah puluhan tahun tertancap. Dengan dicabutnya
subsidi premium ini, pertumbuhan transportasi pribadi akan 'sedikit'
lebih rasional.

Yang perlu kita amati adalah bagaimana alokasi dana subsidi BBM ini
dialihkan. Akankah subsidi tersebut benar-benar dialihkan untuk hal
penting lainnya seperti pendidikan dan kesehatan? Atau dihilangkan?

No virus found in this outgoing message.
Checked by AVG - http://www.avg.com
Version: 8.0.138 / Virus Database: 270.9.13/1825 - Release Date: 12/2/2008 08:44 PM