01 Februari 2008

Forex Bukan Judi

Banyak orang salah mengira bahwa forex sama dengan judi. Memang tidak bisa dipungkiri bahwa banyak persamaan antara forex dan judi. Forex dan judi sama-sama memiliki resiko tinggi dengan ganjaran yang besar bila menang. Istilah yang digunakan pun mirip. Ada spekulasi dan probabilitas berbicara di sana. Faktor keberuntungan juga memainkan peran di kedua bidang meskipun dalam kadar yang berbeda.

Forex dan judi sama-sama mengakibatkan kecanduan. Saya sendiri mengalaminya bagaimana saya sangat menantikan datangnya hari Senin supaya bisa segera melakukan trading. Ya, I love Monday. Dua-duanya bisa membuat kita kaya mendadak atau bangkrut dalam waktu singkat. Kecanduan forex bisa membuat kita bangkrut jika tidak berhati-hati. "Nyandu forex" juga bisa membuat kita tidak lagi punya waktu dan hati untuk bersahabat dengan orang lain. Malas jika harus meninggalkan trading kita demi bertemu dengan teman untuk makan malam misalnya. Tetapi semuanya berpulang pada masing-masing pribadi. It's the man behind the gun.

Analisa dan Probabilitas
Lantas apa yang membedakan forex dari judi? Kebanyakan orang menjawabnya demikian : forex harus dianalisa (fundamental dan teknikal) sedangkan judi melibatkan faktor keberuntungan lebih besar. Ketika kita mengambil posisi dalam trading tentunya kita akan melakukan analisa sebelumnya baik itu analisa teknikal (berdasarkan statistik perdagangan sebelumnya) maupun analisa fundamental (berita dan indikator ekonomi mengenai suatu negara). Forex bisa dikatakan judi jika kita membuka posisi tanpa melakukan analisa terlebih dulu, ini namanya 100% untung-untungan.

Judi hampir selalu 100% untung-untungan. Yang paling parah bahkan kemungkinan menangnya hanya tipis. Ambil contoh Porkas dan SDSB yang sudah lama dilarang. Bayangkan Anda harus menebak 6 angka dengan benar untuk memenangkan 1 milyar (di tahun 1980 an itu jumlah yang sangat banyak-setara dengan kira-kira 5 milyar rupiah di tahun 2008). Jadi probabilitas memenangkan undian SDSB hanya 1:999.999. Bahkan judi bola sekalipun menggunakan analisa (pemain, faktor tuan rumah, sejarah penampilan, dsb) tetapi pihak bandar berusaha membuat kemungkinannya menjadi 50:50 misalnya dengan sistem voor. Intinya bahwa bandar akan membuat sistem agar sistem itu memihak dia. Jadi bandar selalu menang.

Memory
Yang mendasari perbedaan besar antara forex dengan judi adalah faktor memori. Forex memiliki memori sedangkan judi tidak. Misalnya kita melemparkan sekeping koin, maka probabilitas keluar angka dan gambar adalah 50:50. Jadi dalam 10 kali lemparan kemungkinan keluar gambar 5 kali dan angka 5 kali juga. Seandainya saja kita melemparkan koin 5 kali dan 5 kali juga keluar gambar apakah kita bisa menganggap bahwa 5 kali lemparan berikutnya pasti keluar angka sehingga menggenapi probabilitas 50:50 tadi. Tentunya tidak. Setiap kali lemparan, kasusnya berdiri sendiri. Tidak peduli dengan kejadian sebelumnya. Inilah bukti bahwa judi tidak memiliki ingatan. Setiap kasusnya adalah independent state.

Lain kasusnya dengan forex di mana kejadian sebelumnya mempengaruhi kejadian selanjutnya. Pasar memiliki ingatan. Misal sebelumnya ada berita buruk tentang membengkaknya pengangguran di Amerika sehingga harga Dolar Amerika jatuh, maka keesokan harinya tidak mungkin nilai Dolar Amerika ini meningkat langsung ke posisi sebelum jatuh tanpa adanya berita baru yang menguatkannya. Forex merupakan dependent state.

Dalam judi, kasus dependent state juga terjadi untuk judi dengan kartu. Karena setiap kartu yang keluar tidak mungkin ada lagi di dalam deck. Pemain kartu yang brilian memiliki kemungkinan lebih tinggi untuk memenangkan pertandingan jika ia mau menganalisa kartu apa sajakah yang sudah dikeluarkan. Yang menjadi perbedaan adalah faktor keberuntungan. Kartu-kartu apakah yang kita pegang. Dan kita tidak memiliki kendali / memilih kartu apa saja yang ingin kita miliki. Sedangkan di forex kita bisa memilih mata uang mana yang ingin kita pegang (beli), mana yang ingin kita lepas (jual).

Nilai Tambah
Judi tidak memiliki nilai tambah selain nilai hiburan. Forex banyak memiliki nilai tambah. Pertukaran mata uang dilakukan oleh para spekulan, pebisnis yang melakukan ekspor impor barang, bank, sampai para pelancong yang berlibur di luar negeri.

Gambling make you a sinner.
Trading make you a performer no matter you win or lose the trade.

14 komentar:

Anonim mengatakan...

Mau Trading tapi takut dosa, itu tandanya anda masih mendengarkan pendapat orang. Kalo mau jadi trader sukses harus bisa tutup kuping

Kris Budi S Halim mengatakan...

Maksud saya menulis artikel di atas adalah sebagai argument intelektual antara forex dan judi yang memang sebenarnya berbeda. Jika argument intelektual terjawab maka forex tidak termasuk dalam grey area dari sisi moral.

kunfx mengatakan...

forex emang rentan dengan unsur perjudian... terlebih mengacu system tanpa analisa baik itu secara fundamenta ataupun habit.
Itu alasan saya belum berani menggunakan EA hingga saat ini...

Salam kenal pak kris budi, :)

Anonim mengatakan...

Salam Kenal,
Saya punya analisis bahwa For itu Judi. Baca di:
http://genghiskhun.com/forex-dengan-money-changer-antara-spekulasi-judi-dan-bukan-judi

Genghis Khun

Genghis Khun mengatakan...

Salam kenal pak Budi Halim
Sedikit mengkoreksi tulisan anda.

#Analisa dan Probabilitas
Kalimat anda
"..Forex harus dianalisa (fundamental dan teknikal) sedangkan judi melibatkan faktor keberuntungan lebih besar."
kontradiksi dengan;
"..judi bola sekalipun menggunakan analisa.."

inti kalimat ini sebenarnya; pada dasarnya Forex dan judi bola sama-sama menggunakan analisa.
Jadi faktor analisa tidak bisa digunakan untuk membedakan antara Judi dengan Bukan Judi.
walaupun kemudian anda tambahkan bahwa dalam judi bola "membuat sistem agar sistem itu memihak dia (bandar)".
Ini pun seharusnya bisa anda gunakan pula dalam Forex, "membuat sistem agar sistem itu memihak dia(bandar)"
Oleh karena itu sepertinya anda harus menjelaskan lebih lanjut bagaimana mekanisme "agar sistem itu memihak dia (bandar)"

#Faktor Memori
Ada kontradiksi juga antara kalimat Forex dengan Judi kartu.
Inti kalimat tersebut adalah Forex dengan Judi kartu memiliki Dependent State.
artinya faktor memori tidak bisa digunakan untuk membedakan antara Judi dengan Bukan Judi.
Kemudian anda berikan tambahan selanjutnya; faktor keberuntungan, tetapi penjelasannya malah ke kendali/ pemilihan (kartu/ mata uang)
Padahal kendali/ pemilihan mata uang ini timbul karena adanya analisis di atas.
Seperti halnya dalam judi bola, karena "kejadian sebelumnya mempengaruhi kejadian selanjutnya".
Misalnya cedera pemain? aktivitas seks sebelumnya? dll.
Maka kita bisa menentukan kesebelasan berdasarkan memori sebelumnya.

#Nilai Tambah
anda tidak menjelaskan nilai tambah yang terjadi pada "pebisnis yang melakukan ekspor impor barang, bank, sampai para pelancong yang berlibur di luar negeri."
Dalam proses Forex kita tahu tidak ada mata uang yang berubah kecuali keuntungan (sama dengan Judi).
Mari dijabarkan:
1. Misal uang kita saat ini Rupiah
2. Open position: Buy Dollar
3. Dollar Floating position
4. Close Position : sell Dollar
5. uang kita rupiah lagi

Terlihat bahwa Dollar TIDAK PERNAH bisa kita gunakan untuk aktifitas (bisnis ekspor impor barang, bank, maupun melancong ke luar negeri) karena masih floating position.
Karena apa? karena mekanisme jual beli mata uang ini bukan untuk tujuan yang seperti anda sebutkan. Jual beli ini hanya untuk memperoleh Untung (untung-untungan)
Menyepakati Close di posisi yang tidak diketahui, seperti JUDI.

KESIMPULAN
di sinilah bedanya antara Money Changer dengan Forex
Money Changer : ada nilai tambah, bukan Judi
Forex : Untung-untungan, Judi

Http://genghiskhun.com

Anonim mengatakan...

Judi = Ada yg untung+Ada yg rugi
Forex = Ada yg untung+Ada yg rugi

Forex=Judi

Anonim mengatakan...

Perhatikan poin2 dibawah:
1. FOREX / VALAS yang dilakukan secara langsung tanpa menundanya, maka hukumnya HALAL.
2. FOREX / VALAS yang tertunda walau sedetik pun untuk mendapatkan keuntungan/ rugi, maka hukumnya HARAM.
3. FOREX / VALAS yang tertunda walau sedetik pun dinilai sebagai RIBA dan RIBA hukumnya HARAM.

Intinya bila kita menukar valas secara langsung tunai utk keperluan tertentu seperti ke Luar Negeri dll itu jelas HALAL.

Tapi bila itu ditukar dan ditunda utk ditukar kembali meskipun ditunda cuma 1 detik..jelas RIBA...RIBA itu HARAM.
Dalil dalil dalam hadits jelas banyak pendukungnya karena forex trader berjualan uang (alat jual beli) bukan barang.

Orang yang mengatakan FOREX HALAL itu wajar saja karena biasanya yang bersangkutan sedang menggeluti forex.

Kalo mau menghalalkan forex sah sah saja selama bukan dari Pandangan ISLAM. Kalo dalam ISLAM jelas RIBA alias HARAM.

Anonim mengatakan...

JUDI = si A Untung tapi si C Rugi
HALAL = si A Untung dan si B Untung karena jual beli barang dan nyata apa yang di perjual belikan dan saling menguntungkan karena si A dapat uang dan si B dapat barang yang dibutuhkan.

Masih berani mengatakan Bisnis FOREX itu HALAL????

antiforex mengatakan...

kalau masih ragu tentang forex, maka masuklah pada http://antiforex.org maka anda akan mengerti apakah forex itu judi atau tidak.... dan mohon kritik saran juga.. saya tidak meninggalkan kesan bahwa forex itu HARAM, namun, perlu dipelajari juga apakah nantinya itu PERLU atau TIDAK untuk anda... singkatnya JAUHILAH FOREX.. http://antiforex.org hanya sebatas pengetahuan saya saja selama saya bertahun tahun di FOREX. http://antiforex.org hanya sebatas pemahaman secara logika, saya tidak memasukkan dalil dalil yang shahih. sekian ~terimakasih~

buka saja www.antiforex.org

Unknown mengatakan...

Kalau memang ragu menjalani trading di forex sebaiknya jangan trading, karena memang resiko yang ada di forex trading ini besar. Dan kadang kala "mudah"nya mendapatkan profit dalam waktu yang singkat, menjadikan forex trading ini seperti judi. saya mencoba fokus dulu saja di octafx karena saya sudah yakin untuk menjalani trading di forex meksipun memang banyak hal yang masih harus saya pelajari, semoga bisa profit maksimal.

Anonim mengatakan...

Halo,
Perkenalkan, Nama saya Wenny
Saya adalah development dari ForexMart, Kami melihat website anda dan kami ingin mendiskusikan kerjasama kemitraan dengan Anda. 
Boleh saya minta kontaknya untuk menjelaskan lebih lanjut atau anda bisa langsung menghubungi saya ke wenny@forexmart.com, terimakasih

Anonim mengatakan...

Forex itu berdagang Mata Uang dan itu BUKAN JUDI.
yang bikin JUDI kalau si trader pakai BROKER BANDAR (Dealing Desk) kalau dia pakai yang BUKAN BANDAR (Non Dealing Desk) enggak ada yang bandarin karena harga murni bergerak dari pasar itu namanya BERDAGANG dan HALAL.

trus atas saya bilang Forex Untung-Untungan saya garis bawahi JIKA MEMPERLAKUKANNYA SEBAGAI JUDI, tapi jika si trader memperlakukannya BERDAGANG ya HALAL.

mau jadi PNS kalau masuknya tes BEner ya HALAL, kalau BAYAR Nepotisme ya HARAM.

jadi Forex ini di framing sebagai TINDAKAN bukan sebagai MEDIA. sama saja jika anda bilang PNS itu HARAM karena JUDI masuknya UNTUNG-UNTUNGAN. berapa orang yang berhasil masuk PNS? LEBih banyak yang GAGAL karena PNS itu JUDI.

anda bisa menggunakan pisau untuk memasak, anda bisa menggunakan pisau untuk MEMBUNUH orang dan itu PISAU adalah MEDIA. yang BERTINDAK itu ORANGNYA OKNUMnya bukan FOREXnya. yang bikin HARAM itu CARA atau TINDAKAN orangnya dalam BERDAGANG,bukan MEDIAnya. forex tetap akan ada meskipun enggak ada yang trading karena FOREX itu PASAR yang bergerak INDEPENDENT tidak ada BANDARnya. tidak ada yang bisa bandarin pasar terbesar di Dunia 5.7Triliun perhari. market bergerak sesuai KEINGINAN market itu sendiri karena adanya Permintaan dan PEnawaran BUKAN KARENA di BANDARIN bROKER.

lalu diatas bilang Forex tidak menambah nilai karena tidak ada aktivitasnya, ya Forex itu MEDIA sudah dibilangin yang aktivitas TRADERnya, kalau tradernya untunng ada NILAI TAMBAHnya. TRADER TIDAK UNTING DARI LOSS TRADER LAIN.

saya beri logika sederhana. anda kulak beras 10.000rupiah lalu anda jua; 13.000rupiah ke konsumen anda UNTUNG 3.000rupiah, apa anda disebut MERUGIKAN 3.000RUPIAH ke konsumen? ENGGAK.

itu disebut PROFIT!

masuk PNS ada UNTUNG-UNTUNGAN

PNS = ada yang keterima (MENANG) ada yang enggak keterima (KALAH) ada yang DIRUGIKAN karena yang LAIN MENANG.
JUDI = ada yang menang dan ada yang kalah, yang menang dari uang yang kalah.

PNS=JUDI

Kris Budi S Halim mengatakan...

point yang bagus mas Diotr... saya sependapat, demikian juga jadi Caleg juga judi kalau main bakar uang spekulasi dan ternyata gagal.

iweng0303 mengatakan...

Menurut saya, forex trading itu jika dijalankan dengan benar maka jelas bukan judi gan, itu yang saya yakini hingga akhirnya bisa menjalankan bisnis forex trading sampai sekarang bersama Gainscopefx.com. Yang pasti janganjalani kegiatan trading ini dengan asal-alasan karena jatuhanya jadi judi jadinya, dimana tentunya itu juga sama saja dengan bisnis lainnya.